Ajang bergengsi Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi panggung pembuktian inovasi kedirgantaraan mahasiswa tanah air. Delegasi kebanggaan Universitas Islam Indonesia, Tim ABIMANYU UII, sukses mengukir prestasi dengan meraih penghargaan prestisius Best Airmanship and Safety pada Divisi Racing Plane dalam gelaran KRTI 2026 tersebut.
Pencapaian ini mencerminkan keunggulan mahasiswa, khususnya dalam integrasi sistem elektronika, telemetri kendali terbang presisi, dan penerapan regulasi keselamatan wahana nirawak (Unmanned Aerial Vehicle / UAV) yang menjadi fokus utama rekayasa Teknik Elektro UII.

Gambar 1. Sertifikat penghargaan Best Airmanship and Safety pada malam penutupan KRTI 2026 di Ibu Kota Nusantara
Keunggulan Sistem Avionik dan Disiplin Terbang ABIMANYU UII
Divisi Racing Plane pada KRTI menuntut wahana melaju dalam kecepatan ekstrem sekaligus mempertahankan kestabilan dinamis lintasan. Keberhasilan Tim ABIMANYU meraih gelar Best Airmanship and Safety didasari oleh tiga pilar keilmuan elektro dan avionik:
- Keandalan Sistem Kontrol dan Telemetri: Perancangan modul sinyal frekuensi radio (RF) dan unit pengukuran inersia (IMU) yang tahan derau (noise), memastikan kendali pilot bekerja secara real-time tanpa latensi.
- Manajemen Daya dan Failsafe: Implementasi sirkuit proteksi arus listrik baterai berkecepatan tinggi serta prosedur failsafe otomatis saat terjadi anomali transmisi di udara.
- Standar Prosedur Keselamatan (Safety Protocol): Kepatuhan tim teknis dalam inspeksi pra-terbang (pre-flight checklist) yang ketat, meminimalkan potensi kegagalan mekanikal maupun elektrikal di arena balap.
Disiplin rekayasa tersebut membuktikan bahwa aspek performa tinggi harus selalu diimbangi dengan tingkat keselamatan dan etika penerbangan (airmanship) yang matang.

Gambar 2. Pesawat nirawak Tim ABIMANYU UII sedang dipersiapkan sebelum lepas landas
Bersaing Ketat di Tengah 94 Tim Terbaik Se-Indonesia
Kompetisi KRTI 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemdiktisaintek, dengan menggandeng Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai tuan rumah penyelenggara. Sebanyak 373 mahasiswa dari 94 tim yang mewakili 43 perguruan tinggi di Indonesia turut ambil bagian pada lima divisi perlombaan.
Pada malam penutupan di Vision Center IKN, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dinobatkan sebagai Juara Umum KRTI 2026. Keluarga Besar Teknik Elektro UII menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, sekaligus merasa bangga karena delegasi UII mampu berdiri sejajar dan merebut nominasi bergengsi di tingkat nasional.

Gambar 3. Suasana malam penganugerahan dan penutupan KRTI 2026 di Vision Center IKN
Komitmen Teknik Elektro UII Menjawab Kebutuhan Teknologi Nasional
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., menegaskan bahwa inovasi pesawat nirawak mahasiswa disiapkan untuk menjadi solusi nyata bangsa, khususnya dalam misi pemetaan wilayah terpencil, kebencanaan, dan kemanusiaan.
Arah inovasi tersebut sejalan dengan peta jalan riset di Program Studi Teknik Elektro UII. Melalui laboratorium sistem tertanam (embedded systems), kecerdasan buatan (AI), dan robotika otonom, mahasiswa terus didorong untuk merancang teknologi wahana terbang tanpa awak yang aplikatif dan berdaya guna bagi masyarakat luas.
Prestasi Tim ABIMANYU di KRTI 2026 menjadi pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika Teknik Elektro UII untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengukir prestasi di kancah kedirgantaraan Indonesia.



