{"id":16125,"date":"2020-11-26T07:16:21","date_gmt":"2020-11-26T00:16:21","guid":{"rendered":"http:\/\/ee.uii.ac.id\/?p=16125"},"modified":"2026-02-05T18:19:35","modified_gmt":"2026-02-05T11:19:35","slug":"mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital\/","title":{"rendered":"Mengenal Macam-Macam Nilai Pada Rangkaian Digital"},"content":{"rendered":"<p>Rangkaian digital merupakan rangkaian yang tersusun dari komponen digital dan menggunakan notasi sinyal digital. Sinyal digital yang pada umumnya diketahui hanya memiliki dua nilai saja yaitu sinyal logika rendah (\u20180\u2019) dan sinyal logika tinggi (\u20181\u2019). Untuk sistem tegangan DC 5V, logika rendah (\u20180\u2019) direpresentasikan dengan tegangan 0V, sedangkan logika tinggi (\u20181\u2019) direpresentasikan dengan tegangan 5V (ligat gambar 1).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-16127 aligncenter\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen1.png\" alt=\"\" width=\"122\" height=\"211\" \/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-16128 aligncenter\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen2.png\" alt=\"\" width=\"128\" height=\"205\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 1. Representasi logika \u20180\u2019 dan \u20181\u2019 dalam rangkaian<\/p>\n<p>Karena adanya derau dan ketidakidealan dalam rangkaian digital, terdapat toleransi dalam representasi logika \u20180\u2019 dan \u20181\u2019. Pada standar transistor-transistor logic (TTL) logika \u20180\u2019 berada di rentang 0 \u2013 0.8 volt untuk sisi masukan dan rentang 0 \u2013 0,4 volt untuk sisi keluaran. Sedangkan logika \u20181\u2019 berada di rentang 2 \u2013 5 volt untuk sisi masukan dan rentang 2,7 \u2013 5 volt untuk sisi keluaran sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-16129 aligncenter\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen3.png\" alt=\"\" width=\"173\" height=\"221\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-16130 aligncenter\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen4.png\" alt=\"\" width=\"175\" height=\"223\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 2. Rentang nilai untuk logika \u20180\u2019 dan \u20181\u2019 pada standar transistor transistor logic (TTL)<\/p>\n<p>Tahukah anda jika selain logika \u20180\u2019 dan logika \u20181\u2019, ternyata masih ada kemungkinan logika lainnya yang dikenal dalam sistem digital. Logika tersebut diberikan dalam tabel 1 berikut ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Tabel 1. Logika digital selain \u20180\u2019 dan \u20181\u2019<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-16134 aligncenter\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen8-300x156.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"156\" srcset=\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen8-300x156.png 300w, https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen8.png 445w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Bagaimana realitas logika digital tersebut dalam rangkaian? Marilah kita bahas satu per satu.<\/p>\n<ul>\n<li>Kondisi \u2018U\u2019 atau uninitialized merupakan suatu keadaan yang muncul di awal saat nilai logika belum dipastikan berlogika \u20181\u2019 atau \u20180\u2019. Jadi, Nilai \u2019U\u2019 hanya muncul di awal saja sebelum logika lainnya. Tidak ada nilai \u2018U\u2019 yang tiba-tiba muncul di tengah setelah sebelumnya bernilai logika \u20181\u2019 atau \u20180\u2019.<\/li>\n<li>Nilai \u2018X\u2019 atau unknown merupakan kondisi digital yang mencul ketika logika \u20181\u2019 bercampur dengan logika \u20180\u2019 dalam suatu titik. Sebagai ilustrasi perhatikan gambar 3 berikut ini. Dua buah gerbang inverter masing-masing outputnya bertemu di suatu titik. Gerbang inverter pertama memiliki input logika \u20180\u2019 sehingga logika outputnya berlogika \u20181\u2019, sedangkan gerbang inverter kedua memiliki input logika \u20181\u2019 sehingga outputnya berlogika \u20180\u2019. Namun karena output kedua gerbang inverter bertemu pada suatu titik, maka logika yang muncul bukan logika \u20180\u2019 atau \u20181\u2019 namun kondisi unknown atau \u2018X\u2019.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-16131 aligncenter\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen5.png\" alt=\"\" width=\"262\" height=\"110\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 3. Kondisi yang menyebabkan munculnya logika \u2018X\u2019<\/p>\n<ul>\n<li>Kondisi high impedance atau \u2018Z\u2019 merupakan kondisi dalam rangkaian digital yang tidak tersambung ke logika \u20181\u2019 atau ke logika \u20180\u2019. Gambar 4 menunjukkan ilustrasi munculnya \u2018Z\u2019 di output karena terputus dari tegangan VCC (sebagai logika \u20181\u2019) dan terputus dari tegangan 0 (sebagai logika \u20180\u2019). Berbeda dengan \u2018U\u2019 yang hanya muncul di awal, nilai \u2018Z\u2019 dapat muncul dimanapun asalkan titik tersebut memang tidak tersambung ke \u20181\u2019 maupun \u20180\u2019.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-16132 aligncenter\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen6-300x153.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"153\" srcset=\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen6-300x153.png 300w, https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen6.png 378w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 4. Kondisi high impedance \u2018Z\u2019<\/p>\n<ul>\n<li>Keadaan weak signal atau \u2018W\u2019 merupakan keadaan dimana tegangan di suatu titik bernilai tengah-tengah antara tegangan logika \u20181\u2019 dan \u20180\u2019. Kondisi Probably \u20180\u2019 atau \u2018L\u2019 berada di bawah \u2018W\u2019 sampai dengan sebelum masuk logika \u20180\u2019, dan kondisi Probably \u20181\u2019 atau \u2018H\u2019 berada di atas \u2018W\u2019 sampai dengan sebelum masuk logika \u20181\u2019. Posisi \u2018W\u2019, \u2018L\u2019, dan \u2018H\u2019 diilustrasikan dalam gambar 5 di bawah ini. Nilai \u2018H\u2019, \u2018W\u2019 dan \u2018L\u2019 dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya\n<ol>\n<li>karena jalur perambatan data antara satu gerbang ke gerbang lainnya berjauhan sehingga terjadi drop tegangan yang cukup besar<\/li>\n<li>kesalahan rangkaian yang menyebabkan tegangan yang dihasilkan tidak bisa mendekati nilai logika \u20181\u2019 maupun \u20180\u2019.<\/li>\n<li>Beban fan out yang terlalu besar sehingga arus yang disuplai oleh suatu gerbang tidak mencukupi dan berakibat tegangan yang dihasilkan menjadi lebih kecil.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-16133 aligncenter\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pakhen7.png\" alt=\"\" width=\"284\" height=\"219\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 5. Ilustrasi posisi \u2018H\u2019, \u2018W\u2019 dan \u2018L\u2019 diantara logika \u20180\u2019 dan \u20181\u2019<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Info Penulis<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-11331\" src=\"http:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/PAK-HENDRA-min-240x300.jpg\" alt=\"\" width=\"209\" height=\"261\" srcset=\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/PAK-HENDRA-min-240x300.jpg 240w, https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/PAK-HENDRA-min-819x1024.jpg 819w, https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/PAK-HENDRA-min-768x960.jpg 768w, https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/PAK-HENDRA-min-1229x1536.jpg 1229w, https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/PAK-HENDRA-min-1638x2048.jpg 1638w, https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/PAK-HENDRA-min-scaled.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 209px) 100vw, 209px\" \/><\/p>\n<div class=\"av-special-heading av-special-heading-h3 blockquote modern-quote avia-builder-el-78 el_after_av_hr el_before_av_textblock\">\n<p class=\"av-special-heading-tag\"><strong>Dr. Eng. Hendra Setiawan, S.T., M.T.<\/strong><\/p>\n<div class=\"av-subheading av-subheading_below\">\n<p>Electronics, FPGA, Signal Processing, Wireless communication physical layer<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<section class=\"av_textblock_section\">\n<div class=\"avia_textblock\">\n<p>Email : hendra.setiawan@uii.ac.id<\/p>\n<\/div>\n<\/section>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rangkaian digital merupakan rangkaian yang tersusun dari komponen digital dan menggunakan notasi sinyal digital. Sinyal digital yang pada umumnya diketahui hanya memiliki dua nilai saja yaitu sinyal logika rendah (\u20180\u2019) dan sinyal logika tinggi (\u20181\u2019). Untuk sistem tegangan DC 5V, logika rendah (\u20180\u2019) direpresentasikan dengan tegangan 0V, sedangkan logika tinggi (\u20181\u2019) direpresentasikan dengan tegangan 5V [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":16126,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[29,7],"tags":[],"class_list":["post-16125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-pojok-civitas"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/digital-circuit-design-on-dark-2072204_new.jpg","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Macam-Macam Nilai Pada Rangkaian Digital - Teknik Elektro UII<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Macam-Macam Nilai Pada Rangkaian Digital - Teknik Elektro UII\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rangkaian digital merupakan rangkaian yang tersusun dari komponen digital dan menggunakan notasi sinyal digital. Sinyal digital yang pada umumnya diketahui hanya memiliki dua nilai saja yaitu sinyal logika rendah (\u20180\u2019) dan sinyal logika tinggi (\u20181\u2019). Untuk sistem tegangan DC 5V, logika rendah (\u20180\u2019) direpresentasikan dengan tegangan 0V, sedangkan logika tinggi (\u20181\u2019) direpresentasikan dengan tegangan 5V [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Teknik Elektro UII\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-11-26T00:16:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-05T11:19:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/digital-circuit-design-on-dark-2072204_new.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"268\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/\",\"name\":\"Teknik Elektro UII\",\"description\":\"Pengembangan ilmu Teknik Elektro untuk kemaslahatan umat\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/digital-circuit-design-on-dark-2072204_new.jpg\",\"width\":536,\"height\":268},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital\/\",\"name\":\"Mengenal Macam-Macam Nilai Pada Rangkaian Digital - Teknik Elektro UII\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-11-26T00:16:21+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-05T11:19:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/#\/schema\/person\/f9c036a4aa091080e3ca63dce87c618a\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/#\/schema\/person\/f9c036a4aa091080e3ca63dce87c618a\",\"name\":\"eeuii_WebMaster\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7cedae8f4c504e14d4d2f1b09525c54b5ccd2c5ff922bb3e1021fd4ccbfd4463?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"eeuii_WebMaster\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"meta_box":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18707,"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16125\/revisions\/18707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ee.uii.ac.id\/en-ip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}