YOGYAKARTA, TEKNIK ELEKTRO UII – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Tim Abimanyu UII berhasil lolos dari tahap Seleksi Wilayah Kompetisi Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, 13 Agustus 2026 dari Lapangan Sidoarjo, Godean. Atas pencapaian ini, Tim Abimanyu resmi mengamankan tiket menuju putaran Final Tingkat Nasional yang akan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) pada 21–26 September 2026.

Mengapa KRTI 2026 Sangat Bergengsi bagi Mahasiswa Teknik Elektro UII?
Kompetisi Robot Terbang Indonesia (KRTI) merupakan ajang talenta nasional bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Di kalangan perguruan tinggi, reputasi KRTI dinilai sangat strategis dan setara dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Lomba ini tak sekadar menguji ketangkasan teknologi nirawak, tetapi juga menjadi wadah komprehensif bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu perkuliahan secara nyata.
Melalui KRTI 2026, mahasiswa Teknik Elektro, FTSP, dan Psikologi UII didampingi oleh bapak Ir. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU. mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu saintifik dan rekayasa cerdas, meliputi:
- Aeromodelling & Desain Airframe (Pembuatan struktur pesawat nirawak)
- Elektronika, Sensor Terintegrasi, & Edge AI (Pemrosesan data cerdas langsung di wahana)
- Sistem Kendali Cerdas & Robotika Otonom
- Matematika Terapan & Fisika Penerbangan
Selain penguasaan teknis, ajang ini menempa soft skill krusial mahasiswa, terutama dalam hal kerja sama tim, manajemen tekanan, serta penyelesaian masalah (problem solving) secara cepat di lapangan.
Perjuangan dan Momen Haru: Kebangkitan Tim Abimanyu UII
Keberhasilan tahun ini terasa sangat emosional bagi seluruh anggota Tim Abimanyu UII. Pada penyelenggaraan KRTI tahun sebelumnya, tim harus menelan pil pahit setelah wahana Fixed Wing mengalami musibah crash pada H-1 seleksi wilayah. Evaluasi mendalam, kerja keras pantang menyerah, dan riset berlanjut selama berbulan-bulan akhirnya terbayar tuntas pada KRTI 2026.

Divisi Fixed Wing: Misi Pemetaan, Edge AI, dan Payload Dropping Presisi
Pada Divisi Fixed Wing (FW) yang mengusung tema “Smart Resilient City Aerial Mission”, tim ditantang menyelesaikan misi kompleks berdurasi total 80 menit. Misi ini terbagi menjadi dua sesi utama:
- Penerbangan & Misi Udara (Maksimal 30 Menit): Pesawat melakukan penerbangan jarak jauh hingga 14 km (termasuk jalur pemetaan koridor IKN sepanjang 4,5 km) untuk misi pemetaan udara (mapping), pemantauan zona bencana, serta aksi payload dropping (penjatuhan paket logistik darurat 500 gram) secara presisi di Dropping Zone dari ketinggian 100 meter AGL.
- Pengolahan Data Orthophoto (50 Menit): Segera setelah pesawat mendarat mulus (landing) usai terbang stabil selama 20–25 menit, tim bergerak cepat melakukan pemrosesan data citra udara menjadi peta orthophoto berkualitas tinggi.
Keberhasilan wahana mendarat dengan selamat dan menyelesaikan seluruh misi pemetaan tanpa kendala menjadi momen paling mengharukan bagi seluruh anggota tim dan dosen pendamping di lapangan.
Divisi Racing Plane: Uji Kecepatan dan Presisi Lintas Lorong
Sementara itu, pada Divisi Racing Plane (RP) bertema “Fast and on Track”, fokus utama terletak pada kecepatan dan ketepatan navigasi. Menggunakan sistem peluncur khusus (launcher) untuk take-off, pesawat meluncur cepat mengitari rute koridor yang ditentukan sebelum akhirnya kembali dan mendarat di titik awal secara sempurna dalam kurun waktu yang sangat ketat.
Langkah Selanjutnya: Bersiap Menuju Pentas Nasional di IKN
Persaingan ketat melawan berbagai kampus ternama se-DIY pada tahap wilayah menjadi modal berharga bagi Tim Abimanyu UII. Kini, fokus penuh dialihkan pada persiapan babak final Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada 21–26 September 2026.

Pelaksanaan babak nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur bekerjasama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dipastikan menyajikan tantangan medan dan iklim yang berbeda. Tim Abimanyu UII saat ini tengah melakukan optimalisasi pada performa wahana, kestabilan sistem kendali otomatis, serta efisiensi pemrosesan data agar mampu membawa pulang piala kebanggaan untuk Universitas Islam Indonesia.
Dukungan dan doa dari seluruh civitas akademika Teknik Elektro UII sangat diharapkan agar Tim Abimanyu dapat tampil maksimal dan mengukir prestasi tertinggi di panggung nasional.

