Only for Special/Featured News. It will be displayed also at the front home page

Prosedur Remedial Semester Genap 2019/2020

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa/mahasiswi Program Studi Teknik Elektro Universitas Islam Indonesia, mulai semester genap 2019/2020 berlaku pendaftaran remedial per-CPMK, untuk keterangan lebih lanjut terkait prosedur pendaftaran remedial silahkan unduh disini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

 

Sekretaris Prodi.

 

Webinar Guru #Part3 “Merancang Asesmen Daring”

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

Alhamdulillahi Rabbil ‘AalamiinProgram Studi Teknik Elektro (PSTE) UII kembali sukses menyelenggarakan Webinar Guru #Part3, yang kali ini mengangkat tema “Merancang Asesment Daring yang Menarik dan Aplikatif”. Webinar ini merupakan serangkaian pelatihan online yang khusus diselenggarakan untuk guru SD, SMP, SMA/Sederajat. Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar PSTE untuk memberikan fasilitas kepada para guru untuk menambah pengetahuan dan kompetenasi mereka dalam mempersiapkan diri dalam menyelenggarakan pembelajaran daring. Seperti yang kita ketahui pandemi Covid 19 “memaksa” para pendidik untuk memindahkan media pembalajaran tatap muka ke tatap maya, dan hal ini bukanlah sesuatu yang mudah tentunya.

Pada webinar Guru #Part3 kali ini PSTE mengundang pemateri yang sangat mumpuni dalam bidang media pembelajaran digital, beliau adalah Bapak Ahmad M. Raf’ie Pratama, S.T.,MIT.,Ph.D. Dalam pemaparannya beliau  menjelaskan mengenai kapan para guru harus menggunakan ruang pembelajaran sinkron dan asinkron, bagaimana menyesuaikan kegiatan pembelajaran daring dengan kuota internet yang dimiliki siswa, bagaimana merancang asesmen pembejalaran daring baik itu sumatif maupun formatif dan yang terakhir Pak Rafie memberikan contoh langsung kepada peserta bagaimana strategi taktis asesmen daring.

Pada webinar yang dihadiri lebih dari 80 guru SD, SMP, dan SMA/Sederajat ini berjalan dengan sangat baik, peserta sangat antiusias dalam menyimak pemaparan materi dan mengikuti kegiatan paraktik. Tidak hanya itu pada sesi diskusi para pesertapun terlihat sangat aktif, hal ini terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan hingga sesi akhir webinar.

Ahkhirnya segenap keluarga besar PSTE mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ahmad M. Raf’ie Pratama, S.T.,MIT.,Ph.D selaku pemateri, peserta Bapak/Ibu guru, dan tim yang telah menyukseskan penyelenggaraan Webinar Guru #Part3. Mudah-mudahan acara ini memberikan manfaat untuk kita semua. Sampai jumpa pada rangkaian webinar selanjutnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

       

NB:

Silahkan mengunduh materi Webinar Guru #Part3 berikut, Materi Part 1 , Materi Part 2 . Link  youtube video rekaman kegiatan Webinar Guru #Part3  akan kami update menyusul. Terimakasih.

 

 

 

 

 

Seri Webinar/Workshop Mahasiswa TE UII : Energi Terbarukan dimasa Pandemi (Prospek Pekerjaan untuk Lulusan Teknik Elektro)

Yogyakarta, 14 Juli 2020, Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia melaksanakan webinar untuk mahasiswa teknik elektro dengan judul “Energi Terbarukan dimasa Pandemi (Prospek Pekerjaan untuk Lulusan Teknik Elektro)”. Pada kesempatan ini, acara webinar diisi oleh Bpk. Rahmadi Budiman, S.T., M.T., managing director P.T. Cascadiant Indonesia dan juga Deputi 3 IFHE (Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy Association). Acara webinar dimoderatori oleh Alvin Sahroni, Ph.D, salah satu staff dosen di Prodi Teknik Elektro FTI UII, dan acara berlangsung pada pukul 10.05 s/d 11.50 WIB.

Webinar diawali dengan pemaparan company profile  oleh narasumber serta menjelaskan core bisnis dari PT. Cascadiant Indonesia sebagai penyedia sumber tenaga cadangan bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Menurut beliau, energi terbarukan memiliki keuntungan yang tidak dapat dirasakan untuk jangka pendek, melainkan kemanfaatan yang bersifat jangka panjang. Beliau menganalogikan seperti produk organik dan non-organik. Produk organik sudah dikenal dengan biaya / cost pengembangan yang mahal, sehingga sangat wajar harga untuk jenis produk yang sama akan berbeda signifikan dengan produk non-organik, namun, dilihat dari segi kemanfaatan, produk-produk organik membuahkan hasil/manfaat yang signifikan saat digunakan/dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama. Selayaknya produk organik, renewable energy juga dipahami memiliki operational cost yang secara keekonomian tidak akan memberikan keuntungan besar selayaknya energi fosil, sehingga wajar jika pengembangan energi terbarukan masih dianggap sebelah mata oleh beberapa investor di Indonesia saat ini, terlebih beberapa potensi energi terbarukan seperti sel surya di Indonesia dinilai kurang efisien dari segi energi yang dihasilkan dibandingkan negara lain, walau indonesia dikenal sebagai negara yang terletak ditengah garis khatulistiwa.

Selain memaparkan tentang kondisi energi terbarukan, Bpk. Rahmadi Budiman, S.T., M.T., juga banyak bercerita tentang peran energi terbarukan untuk mendukung industri telekomunikasi yang menurut analisa beliau adalah bisnis yang masih berpotensi berkembang di era pandemi ini. Berbagai layanan telekomunikasi saat ini tentu saja akan meningkat jika mengingat kondisi di era pandemi ini sangat membutuhkan layanan telekomunikasi yang prima untuk bekerja dan belajar daring. Sehingga, tidak salah jika dalam kondisi perang sekalipun, lokasi infrastruktur telekomunikasi adalah yang paling pertama menjadi target penyerangan agar dapat lawan dapat menguasai medan peperangan, papar beliau.

 

Tak lupa, sebagai seorang profesional, beliau memberikan nasihat-nasihat motivasi serta pengalamannya kepada mahasiswa akan pentingnya menggali potensi sebesar-besarnya, terutama di era pandemi ini. Mahasiswa diharapkan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan globalisasi setelah lulus dari bangku perguruan tinggi. Meningkatkan kemampuan sosialisasi adalah salah satu kunci penting, serta selalu berusaha untuk meningkatkan kapasitas diri agar kita mampu menjawab tantangan-tantangan pekerjaan dimasa depan. Sebagai penutup, beliau menyarankan agar mahasiswa tak lupa bercita-cita untuk menjadi seorang enterpreneur, karena menurut beliau, potensi dan tantangan sebagai seorang enterpreneur akan membentuk karakter manusia yang lebih tangguh dan tidak terpaku dengan safe zone saat ini, tidak hanya dari segi experience, namun juga keuntungan finansial yang lebih menjanjikan. Dan semua itu perlu kerja keras dan dukungan dari banyak pihak, tak terkecuali peran alumni Prodi Teknik Elektro UII yang harus dibangun dan dikembangkan secara kontinyu. (admin)