Only for Special/Featured News. It will be displayed also at the front home page

PENGUMUMAN UJIAN REMEDIASI SEMESTER GANJIL T.A. 2021/2022

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Diinformasikan kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademika Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, bahwa agenda Ujian Remediasi Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022 dilaksanakan pada tanggal 21 s.d 28 Januari 2021. Adapun agenda remediasi berlaku untuk semua kurikulum (2013 dan 2017), dengan rincian aturan sebagaimana surat terlampir, mohon dapat dibaca dan dipahami dengan seksama.

Lampiran : Pengumuman untuk mengikuti remediasi semester ganjil T.A. 2021/2022

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian. Terima kasih.
Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Sekprodi PSTE.

Seri webinar mahasiswa Teknik Elektro UII #2 : Energy and Climate Change, The Role of Student in Riding The Waves of Energy Transition Era

Yogyakarta, 27 Maret 2021, Teknik Elektro UII kembali menggelar seri webinar dimana pada kali ini disampaikan oleh Muhammad Rizki Kresnawan sebagai Research Analyst of ASEAN Centre for Energy dengan tema materi adalah “Energy and Climate Change: The Role of Student in Riding The Waves of Energy Transition Era. Tema Webinar ini berfokus bagaimana agar generasi penurus dapat mengetahui dan menerapkan pentingnya menjaga lingkungan agar iklim dunia tetap terjaga.

Pada webinar ini, beliau menceritakan pengaruh dari dampak pemanasan global dan efek rumah kaca yang telah terjadi dan korelasinya dengan energi sektor. Tidak hanya itu, beliau juga menjelaskan apa saja urgensi yang terjadi untuk menghubungkan antara energi dan kebjakan atau tindakan iklim. Dijelaskan bahwa pembakaran bahan bakar fosil adalah sumber dominan emisi gas rumah kaca antropogenik global sehingga transisi ke sistem energi berkelanjutan sangat penting untuk keberhasilan mitigasi perubahan iklim, namun perubahan iklim seringkali digolongkan sebagai masalah lingkungan yang harus ditangani oleh lembaga lingkungan hidup, yang mana padahal lembaga tersebut terpisah dari lembaga yang bergerak di bidang energi. Hal ini lah yang menciptakan tidak efektifnya dalam pembentukan kebijakan dan tindakan mitigasi. Banyak pembuat kebijakan energi menyadari bahwa Perjanjian Paris dimaksudkan untuk memobilisasi upaya global dalam memerangi perubahan iklim. Hanya saja, sebagian besar dari mereka memiliki pengetahuan terbatas tentang perjanjian tersebut dan tidak mengetahui definisi lengkap dari tujuan jangka panjang dan kerangka waktu NDC. Sebagian besar, hanya pejabat yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan kebijakan perubahan iklim yang dapat menyediakan definisi yang benar karena pengurangan emisi merupakan tujuan sekunder kebijakan energi nasional.

Di akhir sesi webinar ini beliau menjelaskan apa saja poin penting yang harus diketahui bagi para mahasiswa, yaitu di antaranya adalah mahasiswa harus mempertahankan rasa lapar mereka akan pengetahuan perhubungan iklim-energi, karena masa depan jalur energi ada di “tangan mereka”, Kombinasi kohesif antara “hard science” dan “soft science” dapat mendorong transisi menjadi masyarakat rendah karbon, Transisi energi membutuhkan “engineers yang berpikiran tentang energi iklim” sehingga dapat menawarkan pilihan mitigasi perubahan iklim, lebih dari sekadar solusi teknologi energi yang ditawarkan oleh “ground engineers”. Untuk mengatasi kebutuhan ” engineers yang berpikiran tentang energi iklim”, universitas harus mampu untuk menyediakan “lingkungan yang mendukung” bagi para mahasiswa.

Seri webinar mahasiswa Teknik Elektro UII #1 : Suka Duka Bekerja sebagai Engineer di Norwegia

Yogyakarta, 27 Februari 2021, Teknik Elektro UII kembali menggelar seri webinar dimana pada kali ini disampaikan oleh Bpk. Ibnu Hafidz Arief, S.T.,M.Sc. sebagai Principal Reservoir Engineer at Equinor ASA dan Ibu. Ratna Ayu S. Winduratna, S.T., M.Sc. sebagai Senior Firmware & Syignal Processing Enginer at R&D of NSSLGlobal Technologies AS dengan tema materi adalah “Suka Duka Bekerja Sebagai Engineer di Norwegia”. Webinar ini dimoderatori oleh Annisa Hasna Bilqiz Azizah.

Tema Webinar ini berfokus pada latar belakang dan bagaimana perjalanan beliau sampai menjadi engineer di norwegia hingga menetap di sana, juga ide serta saran bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri agar dapat meningkatkan kemungkinan dan peluang untuk bisa berkarir hingga ke luar negeri. Di awal materi Ibu Ratna Ayu S.Winduratna dan Bpk. Ibnu Hafidz Arief membicarakan tentang latar belakang beliau, kehidupan dan pengalaman bekerja di norwegia, perjalanan menempuh pendidikan hingga sampai di titik ini, serta spesifik pekerjaan di negara norwegia sendiri.

Bpk. Ibnu Hafidz Arief dan Ibu Ratna Ayu S.Winduratna juga memberikan saran untuk pengembangan diri bagi mahasiswa agar dapat berkecimpung hingga ke luar negeri yang salah satunya yaitu norwegia. Saran ini sangatlah berguna bagi kita, dimana hal ini mengingatkan kita pentingnya mengembangkan diri untuk meningkatkan peluang bekerja di luar negeri. Setidaknya terdapat 5 hal penting yang perlu kita pahami dalam mengembangkan diri agar dapat bekerja di luar negeri yaitu “Meningkatkan peluang bekerja di norwegia, Strategi/ Persiapan, S2 atau Work Experience, Bidang berpotensi dan lowongan kerja”. Menurut Bpk. Ibnu Hafidz dan Ibu Ratna Ayu S.Winduratna kelima hal ini sangatlah penting, salah satunya yaitu menempuh Pendidikan S2,di mana beberapa negara terutama pada bagian eropa mengutamakan pekerja yang telah menyelesaikan Pendidikan S2 nya.

Sebagai penutup, tak lupa Bpk. Ibnu Hafidz dan Ibu Ratna Ayu S.Winduratna memberikan motivasi para mahasiswa untuk tetap semangat belajar dalam keadaan apapun yang sedang dihadapi sekarang agar keinginan menjadi generasi penerus engineer selanjutnya dapat tercapai.